Chairil Anwar




Yang menarik dari puisi Chairil Anwar adalah kekuatan dari setiap kata yang dia tulis. Mungkin sebelum lahir haiku –sajak-sajak kecil ala jepang-, Chairil Anwar telah menguasai kekuatan rasa yang bergelora hanya dengan mewakilkannya dalam  sebuah kata. Puisi menjadi tidak berpanjang-panjang, tapi pendek dan sarat dengan interpretasi yang menajam.

Dia seperti ingin menambahkan pentingnya sebuah kebebasan dalam menulis puisi yang di jamannya banyak sekali keterbatasan-keterbatasan. Dengan dia menulis sajak menjadi milik setiap kalangan.
Sangat layak kalau disematkan kepadanya sebagai pelopor penyair angkatan 45. Ketika Indonesia menapaki kemerdekaan kebebasan harus diberi ruh dalam setiap dimensinya, kendatipun resikonya harus berkelahi dengan para oportunis yang siap menjadikan para seniman sebagai kuda tunggangan menuju tahta.
Chairil Anwar sebuah ikon kebebasan.

Mochtar Lubis
Posting Komentar