Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Karya-karya Iwan Simatupang

Drama Bulan Bujur Sangkar (1960) Petang di Taman - drama sebabak (1966, judul asli Taman) RT Nol /RW Nol - drama sebabak (1966) Sajak Ada Dukacarita di Gurun, dimuat majalah Siasat edisi 6 Juli 1952. Ada Dewa Kematian Tuhan Apa kata Bintang di Laut Ada Tengkorak Terdampar di Pulau Karang Puisi-puisi itu dimuat di majalah Siasat Baru edisi 30 Desember 1959. Ziarah malam: sajak-sajak 1952-1967 - penyunting: Oyon Sofyan, S. Samsoerizal Dar, catatan penutup, Dami N. Toda (1993) Sketsa Ketika menjadi wartawan Iwan menulis di kolomnya sketsa tentang orang-orang terpinggirkan Oleh-oleh untuk Pulau Bawean Prasarana; Apa Itu Anakku? Aduh… Jangan Terlalu Maju Atuh! Husy! Geus! Hoechst! Di Suatu Pagi Seorang Pangeran Datang dari Seberang Lautan Dari Tepi Langit yang Satu ke Tepi Langit yang Lain. Novel Merahnja merah (1968) Ziarah (1969).The Pilgrim - terjemahan bahasa Inggris oleh Harry Aveling (1975) Kering (1972). Drought - terjemaha

Hanya saja

Hanya satu media dengan dua pilihan itulah mahluk berkaki dua yang terkenal dengan nama manusia. Diijinkan menjadi mahluk bertanduk dua bergelar syetan. Atau terbang menjadi mahluk bersayap dengan lingkaran di kepala yang terkenal disebut malaikat. Tidak harus menjadi aktor handal untuk menjadi peran utama di bumi ini. Cukup pandai memilih maka kita akan terlatih. Kita ditunggu perhelatan besar. Nominasinya tidak banyak karena yang lain lebih memilih peran kecil dengan setumpuk uang dan ketenaran. Sementara kita menyukai kerja keras untuk membuat film panjang yang mistis dipenuhi kecintaan akan seni hidup yang indah. Kita menjaga rindu  sampai putaran rol film berakhir. Hanya saja Hanya saja ingin kulihat danau di matamu itu Yang kepadanya bangau-bangau pulang dan mengabarkan bintang-bintang bahwa rindu itu seperti kunang-kunang jangan kau bawa pulang karena kelak akan membuat langit terang 20 April 2013

Sebelum Dahaga Itu Hilang Di Mataku

Yang menarik dari sisi lain wanita adalah posisinya yang dikejar oleh lawan jenisnya (atau karena gerahnya perkembangan jaman hingga muncul gerakan feminimisme keadaan ini kerapkali terbalik). Yang menggelikan ketika sang pengejar geeran dan mulai berfantasi : Terlalu berharap dan kebanyakan berprasangka. Tak jarang berdarah-darah untuk mendapatkan sang wanita. Padahal fantasi terlalu mudah diluluhlantakkan kenyataan. Namun percayalah kalau keunikan fantasi manusia ini boleh jadi membuat iri para malaikat. Bukankah mahluk super taat ini pernah komplan ketika Tuhan berencana mau menciptakan khalifah di muka bumi ini? Kata mereka mengapa kau hendak menciptakan mahluk yang suka menumpahkan darah?  Padahal sisi lain manusia yang pada awal diceritakan dimiliki juga oleh hewan.  Manusia yang asesorisnya aneh-aneh ini ternyata malah tetap menjadi khalifah di muka bumi ini.  Apa yang diharapkan dari mahluk yang kerap memuja cinta dengan peperangan?  Yang jelas Tuhan tidak sedang

Acungkan kepalanmu, nak

Dalam istilah orang arab panjang umur itu mempunyai keturunan. Tentu sepesial kalau keturunan itu seorang anak lelaki. Tapi tak ada alasan untuk membedakan kasih sayang antara anak lelaki dan perempuan. Nabi Zakaria bermunajat kepada Alloh agar diberi keturunan seorang anak laki-laki sebagai penerus keyakinannya. Gusti Alloh mengabulkan doanya. Lahir seorang anak perempuaan yang sholeh nan suci bernama Siti Maria lalu mempunyai anak tanpa bapak nabi Isa A.S sebagai utusan Alloh. Kadang sebuah doa terjawab secara teknis harus melewati ruang dan waktu tapi ruhnya sudah terkabulkan. Barangkali yang perlu dilakukan adalah ke arah mana kita memotivasi anak-anak kita. Lelaki walau bagaimanapun kelak menjadi kepala keluarga. Satu peran penting yang harus dijalankan dengan bekal kekuatan fisik dan mental. Dia harus sekuat baja dan selembut sutera.  Ini puisi untuk anak lelakiku Garba Abraham Parasu. M udah-mudahan bisa menstimulus ke arah itu. Acungkan kepalanmu, nak Badai datan

Rembulanku Yang Kemayu

Wanita dengan segala sifatnya selalu saja menjadi inspirasi. Sebuah kekuatan yang di apresiasi oleh laki-laki hanya sebagai hiburan. Padahal mereka mampu melakukan segalanya. Tak ada definisi yang bisa menggambarkannya secara tepat. Tapi yang jelas bisa memotivasi seseorang atau dua laki-laki untuk berkelahi. Dalam film Avatar pohon besar yang menaungi dan sebagai sumber kepercayaan bangsa na'vi di planet Pandora disebut sebagai ibu besar. Bangsa na'vi punya keyakinan bahwa semua kehidupan di planetnya saling terhubung dan berpusat di pohon besar itu. Sepertinya Bangsa na'vi di planet antah berantah ini secerdas Einstein bahwa alam semesta mempunyai sifat kealamian. Wanita adalah ibu. Tapi yang mampu membuatnya menjadi besar adalah pesona ketenangannya dalam menghadapi persoalan. Setenang Siti Mariam ketika bertemu jibril dan dikabari akan punya anak tanpa bapak. Bukankah dia tidak lari terbirit-birit ketakutan lalu minta diselimuti?  Bagaimanapun pigurnya wanita

Rindu itu kawan

Hukum kekekalan energi ditemukan oleh seorang ahli fisika berkebangsaan Inggris, James Prescott Joule, katanya:   “energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, namun dapat berpindah dari satu bentuk ke bentuk lainnya". Alam semesta ini merupakan energi besar. Kalau kiamat itu berarti musnah. Alam semesta tidak akan kiamat. Makanya uni eropa lebih suka mengurangi pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim daripada nunggu-nunggu kiamat. Mungkin mau cuci dosa karena mereka yang paling banyak bakar-bakaran menggunakan bahan bakar minyak hingga kebakaran jenggot .   Bahwa kemudian orang mensinyalir Einstein ateis, terjawab ketika sang jenius ini berpesan : Saya yakin Tuhan tidak sedang bermain dadu. Semua terencana dan semua ada yang merencanakan. Teori big bang atau ledakan besar asal mula terciptanya alam semesta ternyata juga terukur alias terencana. Artinya kita tak bisa mengabaikan apapun yang tercipta. Apalagi memelintir perasaan terdalam manusia. Salahsatuny

Terlelap Dalam Surga Yang Mengigau

Walau bagaimanapun ada yang lain dari keheningan malam. Mungkin malaikat tidak terlalu sibuk melayani manusia hingga dikala malam bekerja optimal mengantarkan petunjuk. Di malam hari syetan juga wara wiri mencuri kesempatan.  Di dua sisi yang berbeda kedua mahluk ini sama taatnya. Yang satu asek dalam kebenaran yang lain tenar dalam kesalahan. Kesempatan keduanya sama besar, karena tak punya media kecuali manusia.  Itu sebabnya keturunan adam ini diberi pilihan, "Fa alhamaha fujuraha wa taqwaha" ,  maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Jadi kita tetap harus memilih. Tapi yang jelas malam selalu saja dipakai manusia untuk asek sembunyi. Dari keramaian, mengira tidak ada yang melihat dan merasakan, kepenatan, kebosanan, frustasi dan segala macam pernak-pernik perasaan yang menipu.  Atau ada juga yang memilih berduaan dengan Tuhan dalam kekhusuan tahajud.  Tentu saja manusia bebas memilih walaupun tidak mudah memilih yang terbaik.

Cinta Dalam Sajadahmu

Maka selalu saja kita tertipu oleh rumitnya teori tentang tuhan. Padahal Dia sudah memproklamirkan dirinya lebih dekat dari urat nadi. Walaupun begitu Dia tetap memberikan kita pilihan. Pilihan yang membuat malaikat kecewa kepada kita karena kerap kali kita memilih jalan yang berdarah-darah. Kita seperti sebuah bandul yang diikat tali rahmat. Tali yang berpusat kepada Tuhan. Kadang kita bergerak ke kanan kadang kita bergerak ke kiri. Manakala kita bergerak terlalu ekstrim ke kiri, maka putuslah tali itu. Lalu  Dia penguasa yang memberi kebebasan hampir tak terbatas. Tuan yang ramah karena ketika kita melangkah mendekatinya, Dia akan berlari menyongsong kita. Ketika kita melayaninya maka dia akan melayani kita lebih dari pelayanan kita. Bahkan kalau kita sudah terbukti setia, kita mendapat kepercayaan untuk memegang beberapa kekuasaannya.   Bagi orang-orang terpilih ini kita mengenal kata mujizat. Mau  jadi pelayan tuan yang manalagi?  Tuan yang satu ini terlalu baik dan kay

Dari Mata Yang Kosong

Kematian selalu saja punya efek kesedihan. Biarpun itu sebuah kecelakaan atau pun malah sebuah kesengajaan. Kematian menjelma jadi kehilangan. Sebuah perasaan yang sulit diungkapkan. Campur aduk. Padahal itu dialami oleh semua orang. Namun mahluk berkakidua mampu kreatif  mengekspresikan perasaan itu. Dia menggagas mengirim bunga duka cita. Dia merangkai kata kenangan yang asek didengarkan. Atau dia membuat metafora dengan puisi. Kematian menjadi sarana silaturahmi. Yang jelas tiba-tiba saja kita berada dilangit yang sama dan ingat dengan yang maha kuasa. Apakah karena tragedi yang membuat kita sadar akan adanya kekuasaan hebat tak terduga?  Pertanyaan yang selalu tak terjawab atau seiring waktu terlupakan. Dari Mata Yang Kosong Wajah-wajah itu terpendam dalam langitnya yang bercahaya, membentuk butiran-butiran bening mengalir bersama air gunung Mereka bersayap seperti malaikat beterbangan di surga berloncatan di antara bintang Ow mengapa mataku basah

Setiap potong senyummu

Mencintai sudah dipastikan merindui. Bahkan memberikan inspirasi. Tiada henti. Kata-kata bisa berulah menjadi rayuan gombal. Sebenarnya tak perlu menyerempet bahaya menjadi kebutaan nafsu dan emosi yang terbukti sering kandas. Dia hadir hampir seperti mujizat.  Bukankah kita sedang diajari bagaimana bercinta dengan baik?  Kau tahu aku  sendiri dengan gerbong tua yang patah-patah Lalu serpihannnya ku bungkus dengan selendang Kusematkan pada bulan Maka setiap  purnama kulihat engkau disana masih menaburkan kunang-kunang yang menyinari setiap potong seyummu Tapi dalam selendang itu gerbongku tetap  patah-patah

Merpati

Berapa banyak puisi atau lagu yang menyebut merpati? Tak terhitung. Yang pasti tidak menggambarkan keganasan atau kerusakan. Dan banyak juga dipakai sebagai lambang di logo-logo. Merpati burung yang sukses hidup di seluruh bagian dunia kecuali di antartika. Masuk di Indonesia lewat madura 100 tahun yang lalu.  Merpati burung yang sangat setia terhadap pasangannya. Lambang perdamaian dan kebebasan. Di abad pertengahan merpati merupakan simbol prestise dan dihidangkan kepada tamu istimewa.  Sebelum telegaraf ditemukan teknologi komunikasi menggunakan efektifitas burung ini dalam mengirim kabar. Pada awal abad ke 8 dipakai Yunani untuk mengirim berita tentang juara olimpiade. Abad ke 12 Sultan Nur al-din dari Aleppo yang pertama menggunakan burung merpati untuk mengirim kabar. Lalu digunakan orang romawi untuk memberi informasi kepada pasukan militer. Yang menarik pada abad 44SM, Marcus  Junius Brutus  berhasil mempertahankan kota Modena dalam bahasa latin disebut  Mutina,

Mengapa Kau Menghitung Cinta

Cinta yang kita kenal mungkin saja teramat sederhana. Kalau disebut bodoh karena kita terlalu egois mendaulat kata ini menjadi hanya sebatas hubungan lawan jenis. Lalu kita obral sebagai dagangan nafsu. Lalu cinta hanya seonggok istilah yang mudah diucapkan. Atau kita hanya dipermainkan permukaan laut yang kerap bergelora ketika badai datang saja. Tapi untuk menjadi nakoda yang lihay memang mesti terhempas dulu. Baru kemudian bisa mengukur kekuatan. Mencoba menyelaminya, mencari tahu apa arti riak di permukaan membutuhkan jalan yang panjang. Kita akan terperosok dulu atau memilih tidak bangkit. Kita selalu saja terobsesi dengan tujuan dan tidak begitu hirau dengan proses yang harus kita jalani. Mengapa kau menghitung cinta di atas jalan yang terjal, hingga kau tak mampu merasakan angin dari beribu pucuk cemara? Kaki yang sakit akan mereda saat kau tak memperhatikan lagi angka-angka Tak perlu menepis air mata karena duka ada di setiap hasta Mengapa kau

Rindu Di Pucuk-pucuk Pohon

Ikhwal wanita memang dikejar dan diperebutkan. Ada juga yang memang sengaja mengobral pesonanya hanya untuk menjebak. Aneh juga banyak kaum adam yang terjebak. Dan jadi berkelakuan menggelikan bahkan tidak jarang siap berdarah-darah. Gundah dalam badai seperti itu bukan main kacaunya, tak lagi jelas rimdu atau dendam. Tapi bila cerdas bisa jadi potensi yang progresif.  Kemegahan alam semesta ini dibangun sepenuh cinta.  Rindu dan dendam telah menjadi variabelnya. Rindu Di Pucuk-pucuk Pohon Akhirnya rindu itu terjawab ketika kau menyapa, tapi selalu saja menyimpan tanya  Dimana gerangan kau simpan kupu-kupu di matamu itu?  Yang kerap menjebak rinduku  dilautan  di angin yang berdesau  bahkan kulihat di pucuk-pucuk pohon  aku tahu kau membiarkanku tak bisa menjangkau 31 Januari 2013

Katamu

Tak mudah menemukan cinta karena tak jarang yang pertama hadir justru benci. Padahal hanya bersebelahan. Selalu bisa membuat pintu untuk saling melihat. Paling tidak pasti ada lubang untuk mengintip. Hanya dipisahkan oleh dinding tipis anatomi tubuh yang rentan karena bisa menua. Atau ego yang membabi buta dan terlalu memaksakan diri untuk menutupinya. Kerapkali kita tak membaca tanda-tanda yang jelas dari gemulai alam semesta. Setiap hari memberi kepastian. Tiap waktu memberi kejelasan ada sesuatu yang kuat sedang menjaga hukum-hukumnya. Dalam air hujan bersama titik-titik air Kau jatuhkan cinta Dulu aku tak mengerti sampai kau menebarkan pelangi Aku punya banyak pensil gambar, katamu Kini aku melihat hujan penuh dengan titik warna-warni seperti pensil warna  yang tajam menusuk hatiku Itulah cinta , katamu

Pernahkah Kau

Alam bagi seorang penulis puisi menyediakan banyak bahan untuk mewakili emosi dan perasaannya. Pernahkah kita mempertanyakan mengapa ketika terjadi hujan badai ada perasaan takut dalam diri kita. Mengapa ada pagi hari yang memberi perasaan segar? Mengapa ada malam yang membawa rasa kantuk dan menyelimuti kita dalam istirahat? Apakah semua mahluk ini sebenarnya satu rasa atau satu tujuan? Atau secara ekstrim kita berfikir, bahwa semua yang nampak ini adalah eksfresi dari sang maha pencipta. Di perjalanan ini kita sedang tak henti-hentinya diberi pelajaran tentang emosi, tentang nafsu, tentang diam. Tentang ketenangan yang bisa dibangun bahkan dari kekacauan. Kita terlalu pandir kalau menganggap kebenaran itu hanya dari ayat-ayat yang tertulis. Selain kita lebih banyak mengantuk membacanya, kita lebih sering menganggap tulisan itu juga jimat, malah mungkin berhala. Dulu waktu kecil ada yang mengajarkan kalau ayat-ayat tertulis itu dibakar dan dijadikan segelas kopi lantas diminum, kit

Kau 3

Bertepuk sebelah tangan. Cinta tak terbalas. Kesakitan seperti itu sangat hebat, karena  kekerasan hati jadi melepuh lalu tiba-tiba saja lahir kata-kata indah. Lihat saja tragedi seperti itu bukan jadi bencana bagi seorang penyair. Banyak tema lagu lahir karenanya. Konsep Tuhan yang maha pengasih dan penyayang akan makin sukar kalau sekedar dibacakan, semerdu apapun bacaannya. Tuhan hanya dihadirkan disitu tentu saja diapun tak beranjak. Bukankah Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau kaum itu sendiri tak merubahnya.   Selalu saja tak ada yang sia-sia dari semua yang terjadi. Hikmah akan di dapat kalau ada usaha keras meyakini semua yang Dia berikan kasih sayang semata.  Ketika kita ingin jadi yang terbaik, maka niscaya harus ikut uji kelayakan. Ujian yang bertubi-tubi membuat kita pandai dalam berbagai soal. Kau 3 Aku harus merinduimu seperti angin karena hanya bisa kubaca dalam setiap musim dan tumbuh dalam setiap biji yang ditanam Aku harus merinduimu seperti angin agar aku