Cinta Dalam Laut


Sesuatu yang diobral secara vulgar ternyata seringkali menghilangkan ruh dan maknanya sekaligus. Sesuatu yang diungkap dengan jalinan bahasa perumpamaan jauh memiliki gereget dan kerap mengundang penasaran. Yang lebih menarik mengundang pertanyaan dan kemiripan. Maka puisi pribadi bisa menjadi perumpamaan bagi orang lain. Atau bahan pelajaran. Bahkan menjadi spirit bagi yang lain. 

Kosa kata dalam hal ini bukan muncul begitu saja dalam diri seorang penulis puisi, tapi hasil petualangan dan perkelahiannya dengan petualangan. Dia tiba-tiba saja harus menyimpulkannya dengan bahasa yang enak. Dia harus khawatir bahwa semua idiom yang dia sematkan di puisinya tak pernah bisa mewakili seluruh perasaannya. Yang lebih celaka, ketika tidak ada seorangpun yang merasa terwakli oleh hasil kontemplasinya itu. 

Maka dia gagal dalam bertapa.


Cinta dalam laut yang bergelora
adalah kapal-kapal yang berlayar
menjambangi pelabuhan dengan setia

Sementara ombak mengantarkan rindu ke tepi pantai
dari ke dalaman laut yang tak terhingga

Cinta dalam laut yang bergelora
adalah batu karang yang perkasa
melindungi anak-anak ikan yang ceria

Sementara angin menemani nelayan
menghitung hari, menepis air mata yang menepi  

Cunta 1
Cinta dalam Lembaran Purba
Amarah dengan Cinta
Posting Komentar