Mengapa kau menghitung cinta

Cinta yang kita kenal mungkin saja teamat sederhana, karena kalau disebut bodoh kita terlalu egois mendaulat kata ini menjadi hanya sebatas hubungan lawan jenis. Lalu kita obral sebagai dagangan nafsu.
Maka cinta hanya seonggok istilah yang mudah diucapkan. Atau seperti permukaan laut yang kerap bergelora ketika badai datang saja.
Berbeda seandainya kita mencoba menyelaminya. Mencari tahu apa arti riak di permukaan..


Mengapa kau menghitung cinta di atas jalan yang terjal,
hingga kau tak mampu merasakan angin dari beribu pucuk cemara?
Kaki yang sakit akan mereda saat kau tak memperhatikan lagi angka-angka

Tak perlu menepis air mata karena duka ada di setiap hasta

Mengapa kau menghitung cinta dari bintang-bintang ketika langit terang, lalu kau melihat langit yang tak bertepi?
Mata hanyalah tipuan warna-warni saat kau melihat cahaya

Tak perlu menutup mata karena cinta telah hadir sebelum duka
                                                                    Cipanya, 23 Januari 2013

Posting Komentar