Skip to main content

Sang Pertapa Bugil



Mungkin virus covid19 ini dari dulu juga ada kalau kita yakin bahwa selama ini kita hidup dengan virus. Sama purbanya dengan kisah moyang kita adam dan hawa. Komunikasi global menggusur masyarakat untuk kritis, tetap sehat dalam berfikir paling tidak memilah. Informasi virus terbeken di dunia ini hampir setiap waktu berseliweran. Wara wiri memasuki medsos, mencerahkan, menyesatkan lalu mengentalkan doa.

Mungkin kita terlalu lelap dengan silaturahmi gaya medsos yang sarat dengan formalitas saling mendoakan dan kerap lupa bertindak. Silaturahmi tentu saja harus bertemu mengetahui peresis keadaan yang lainnya. Bukan penampakan yang cenderung jaim di medsos. Silaturahmi lebih kental dengan seadanya. Nyata dan bukan formalitas.

Mungkin Tuhan sedang menghukum kita? Bisa lelah kita kalau mengikuti kemungkinan itu. Atau lebih tegas hanya syetan yang mempertanyakan keadilan Gusti Alloh. Bukankah jarang keadilan itu dilengkapi rahman dan rahim. keadilan yang penuh kasih sayang.

Mungkin kita seharusnya bersyukur daripada terlibat hiruk pikuk covid dan memperparah ketakutan. 
Yang jelas gaya hidup mulai seragam. Pakai masker dan rajin cuci tangan.



Sang Pertapa Bugil

Orang-orang sibuk berkilah
Orang-orang sibuk berulah
Begitu senyap Tuhan dalam renungan sang pertapa
Berhala ada dimana-mana bahkan dalam dirinya sendiri,
itu yang paling buas, gemasnya
Berperang di arena ini tidak dibekali senjata. Bahkan jadilah seperti bayi
Bugil
Senjatanya hanya kepolosan
Biarkan dunia melihat kita 
Karena kita akan kembali peresis seperti itu

Comments

Unknown said…
Yang saya garis bwahi itu bah silaturahmi di medsos dgn sgala jaim nya .bah ...bner bangeut....πŸ‘πŸΎπŸ‘πŸΎπŸ‘πŸΎ
Abah animasi said…
Terimakasih telah berkunjung. Begitulah , abah sekedar melihat dan mencoba memilah. Klo istilah kerennya belajar dari pepatah,"Merenung sejenak lebih berharga dari ibadah seribu tahun".
abah animasi said…
Haturnuhun mang Dadan. Manawi aya saran sareng kritik kanggo abah menulis mangga...

Popular posts from this blog

Film Gladiator 1 VS Film Gladiator 2

G ladiator 1 meski kusam tanpa cgi, tapi asek di setiap adegan dialog. Mungkin karena kita sering nonton film yang peran cgi nya ampun-ampunan. Maka ketika ada adegan perkelahian di Gladiator 1 yang meleset dan kaku, berasa ga nyaman. Atau coba tonton film karya Ridley Scott yang lain, atau nonton teater sebagai hidangan pembuka. Biar ga nyinyir dengan film berbiaya 103 juta dolar dan meraup keuntungan kotor $460.583.960 ini. Ridley Scott teramat asik dengan gaya seadanya, kekuatan akting para pemain menjadi taruhannya. Butuh kameraman yang bisa merogoh akting hingga setiap adegan punya jiwa. Gambar-gambarnya b isa merefleksikan cahaya dan  dialog intens kehidupan, bagaimana bisa keluar dari peperangan sebenarnya.  Pergulatan dengan diri sendiri. Itukah yang ingin dicapai Ridley Scott dalam Gladiator 1 tanpa cgi?  Ringkasan Plot Gladiator Seorang jendral perang roma bernama Maximus Decimus Meridius harus dieksplor habis. Petani yang garang di medan perang ini, membuat kai...

Aku Hanya Berbicara dengan Senyap

Dulu di matamu yg teduh itu, aku melihat matahari pagi Embun yg menggantung di dedaunan Burung yg bercengkrama di dahan Mencari makan dan membuat sarang Ternyata kau sendiri tidak melihat itu Kau hanya meredupkan mata Agar padang liar yg tak pernah bisa kau taklukan mudah disembunyikan Jauh di lubuk fatamorgana Kini aku terkesiap  Cinta yg indah itu begitu rapuh,  bagai sebuah bungkus  Labirin yg tipis Membalut padang pasir yg panas, gersang dan badai pasir yg ganas Kau cekikan dalam kegelapan itu Seluruh panca indraku tak berdaya meraihmu Kau menyapunya dengan sumpah serapah Aku adalah anjing bagimu Yg harus menjilat Menjulurkan lidah agar kau segera melempar tulang yg dagingnya telah kau nikmati dgn karib-karibmu yg renyah Dalam senyapku aku mendengar tangisanmu  Sayup-sayup dibalik gemuruh badai yg kau aduk-aduk sendiri Menyerang tubuhku Mengeluarkan amarahku Meluluhlantakkan sifat fanaku Lalu aku surut dalam diam Malam-malam panjang tanpa jawaban Hening dalam sen...

Film Horror yang Bagus

P ara sineas memang seniman. Kalau julid bisa disebut tukang ngayal. Tapi pan mereka yang nongol duluan di bulan, di mars, dan di masa depan bumi? Bahkan bisa nongol dalam mimpi. Kalau ga percaya lihat aja di film, Red Planet, 2012, Doom, Armagedon dan banyak lagi. Mereka juga wara-wiri di dalam mimpi  seperti di film Inception. Para seniman lebih duluan ada di tempat-tempat yang baru dipikirkan kelompok manusia lain. Bahkan wilayah ghoib setabu apapun. Mereka ga bisa dicegah ngobok-ngobok dunia dan akhirat. Kalau menghidupkan masa lalu mah cetek. Mahluk jurassic bisa hidup kembali dari ide soal dna. Kloningan bisa dibikin abrakadabra secepat burak. Para sineas  memang khas manusia.  Kebebasannya tiada dua. Firaun dan Musa saja beti, beda tipis, Firaun merasa apapun juga miliknya. Sedangkan Musa merasa tidak memiliki apa-apa. Kebebasan manusia seperti ini pernah dijadikan alasan oleh iblis untuk tetap julid. Iblis bilang, adam dan baninya akan menumpahkan darah kalo dicip...