Pernahkah Kau

Alam bagi seorang penulis puisi menyediakan banyak bahan untuk mewakili emosi dan perasaannya.
Pernahkah kita mempertanyakan mengapa ketika terjadi hujan badai ada perasaan takut dalam diri kita.
Mengapa ada pagi hari yang memberi perasaan segar? Mengapa ada malam yang membawa rasa kantuk dan menyelimuti kita dalam istirahat?
Apakah semua mahluk ini sebenarnya satu rasa atau satu tujuan?


Pernah kah kau membaca langit,
ketika rindu bagai mega ?
beriak memecah matahari

kau akan limbung
dalam galau
yang menderit

... Lalu kau menyapa
dalam langit yang berjelaga

hanya angin yang bersenadung lagu cinta


Posting Komentar