Skip to main content

Posts

Arti Mimpi

Bulan yang mengajarkanku mimpi - mimpi Tentang alam semesta yang terjaga Tapi aku tak bisa mengajaknya berlari, karena malam sanggup menghitung bintang sendiri 8 Januari 2013

KEPASTIAN YANG TERTUNDA

Ketika kematian nyata tak bisa ditolak, masihkah itu sesuatu yang kebetulan? Kalau kebetulan mengapa semua mahluk mengalaminya? Bukankah ada ketentuan besar yang tak bisa dirubah. Kematian adalah kepastian yang tertunda, jawab saja dengan tanda di kening kita bekas sujud di sajadah alam semesta Kepastian yang Purba Dari Mata yang Kosong

Kita tetap satu kata

Persahabatan walau bagaimanapun membawa peluang yang seimbang antara negatif dan positif. Kesadaran atas adanya dasar-dasar etika harus di usung, karena kedekatan bisa menghilangkan kesadaran adanya batas yang mesti dijaga. Pelanggaran yang dianggap tidak seberapa akan mampu merusak tujuan persahabatan. Alih-alih silaturahmi malah yang terjadi kerusakan. Karena kita adalah satu kata Maka mulailah mengeja hurup-hurup Dan segera membuat paragrap Kita menjadi cerita yang ceria kisah cinta yang romantis atau film laga Atau curahan air mata dalam sujud alam semesta Kita tetap satu kata tempat matahari bertahta rindu untuk dermaga Ketika kita menemukan kertas kosong Rindu itu kawan

Langit Menjadi Garang

Sangkuriang yakin wanita yang dia cintai itu bukan ibunya. Tapi kenyataan lebih pasti kalau gadis yang dia cintai memang ibunya. Yang nonton kadung sudah tahu kalau cerita sangkuring memang seperti itu. Penonton tidak bertanya mengapa sesakti itu Sangkuriang tidak waspada terhadap perasaan kasmarannya. Penonton juga pasti tidak mau kalau harus hanyut dengan keyakinan Sangkuriang. Apalagi penonton begitu yakin aib apa yang akan terjadi kalau sampai anak menikahi ibunya. Jadi Sangkuriang terpaksa harus dibuli oleh keyakinan dan harapan penonton. Kalau kita sudah kadung dimakan cerita apalagi itu sebuah legenda, masih mungkinkah kita mencoba menyebrang atau menyelami kemungkinan lain, kasarnya berpihak pada Sangkuriang? Paling tidak mempertanyakan mengapa kemarahan Sangkuriang sampai bisa menendang perahu besar hingga menjadi gunung tangkuban perahu? Yang jelas sangkuriang juga tak kalah yakinnya dengan Dayang sumbi yang bisa mempercepat munculnya fajar sebelum sangkurian

Sajadah 3

Kesederhanaan menjadi ciri khas penciptaan. Ada proses yang telaten. Tidak seperti sihir yang ajaib hanya cukup mengucapkan abrakadabra. Padahal sang pencipta memiliki dan bisa segalanya. Dia berhak atas kesombongan. Tapi itu tak pernah terlihat, tak pernah dia vulgar menyulap sebuah perubahan dengan cepat. Proses adalah sebuah kesederhanaan yang nyata. Dia ingin contohkan pada mahluk yang paling dia cintai. Sajadah 3 Dalam sajadah yang kau bentangkan sampai ke langit itu kau ukirkan kaligrafimu yang megah Dengan apa aku harus melukisnya Namun mengapa kau begitu bersahaja memilih lebih dekat dari urat nadiku? Oh, maha jagad semesta rantailah aku dalam linangan air mata agar aku tak menjadi buta 3 April 2012

Insomnia 3

Meskipun kematian itu pasti, tapi rata-rata manusia takut mati. Bisa karena merasa masih banyak dosa atau hidup sudah nyaman dan berkecukupan seperti di syurga, hingga enggan untuk melepaskannya. Saking takutnya pada kematian, kuburan itu jadi tempat yang menyeramkan. Apalagi ada keterangan siksa kubur  Insomnia 3 Malam diam –diam merubah angka pada tulang kita, sobat, Tapi ketika terbangun kita sibuk menambah angka di pundak kita Oooh, ternyata kita masih bermimpi, dalam tidur yang nestapa 3 April 2012 

Dulu Aku Melihat Kau

Kerap kita tak mengerti dengan cinta. Karena bisa digunakan secara serampangan. Oleh yang benar-benar mencinta dan harus semaput karena dikecewakan. Atau oleh yang berpindah cinta dengan alasan yang di ada-adakan. Bahkan digunakan oleh yang sedang berkuasa untuk memulai sebuah perang. Cinta alasan paling kuat untuk mulai membangun atau merusak segalanya. Anekdot kalau cinta itu buta bukan saja jadi bahan candaan, tapi diam-diam dialami oleh kita. Cinta menjadi universal. Tinggal kita mau mendefinisikannya seperti apa.  Dulu Aku Melihat Kau Dulu aku melihat kau dengan segenap tulisan hatiku Lalu kubacakan dalam diam Kubiarkan kau seperti kupu-kupu  dengan bunga-bunga mekar di sekelilingmu Tapi yang kutahu kau menghilang dalam hening Lalu kutunggu kau di tengah bunga-bunga mekar sampai kulihat kembali sayap-sayapmu Mengapa kau datang dari lorong yang tak kukenal ujungnya 1 April 2012  Kau 1 Kau 2 Kau 3 Masihkah Kau Mengerti Pernahkah Kau