Sang Ideolog Reformasi : Iwan Fals

Siapa yang tidak kenal dengan seniman satu ini? Dia malang melintang di ,masa orde baru dan tidak bisa dilupakan dalam masa reformasi. Simbol dari pemberontakan atas ketidakadilan. Barangkali tidak berlebihan kalau disebut sebagai ideolog reformasi. Seandainya syair-syair dalam lagunya biasa saja dia tetap akan mampu menyuarakannya sepenuh hati. Tapi syair-syair yang dibuatnya jauh melabrak kebiasaan syair-syair lagu di jamannya. Bila lagu dengan syair-syair cinta mendomonasi imajinasi masyarakat, maka syair-syair lagu Iwan fals mendominasi kecintaannya pada kenyataan hidup.

Iwan Fals tidak sedang memamfaatkan momen carut marut negara ketika lantang menyanyikan syair-syair bertema orang pinggiran. Tapi dia berada dalam situasi itu dan harus berjibaku meloloskan diri dari gunting sensor pemerintah yang alergi dari keluhan masyarakat. Bahwa ketika album pertamanya dilempar ke masyarakat dia masih ngamen, merupakan bukti dia berada dimana.

Maka tidak heran kalau semua lagunya seperti punya ruh. Banyak yang merasa terwakili. Seandainya ada bahasan yang mengharuskan seorang seniman membumi, barangkali ketika masyarakat yang sakit bisa ikut bernyanyi dan merasaditemani.