Ternyata

Puisi yang bernuansa laut atau yang konotatif dengan puisi tentang laut selalu tak habis menjadi inspirasi. Sampai kini Lautan tetap menjadi sebuah tanda tanya besar. 

Aneh manusia lebih tertarik untuk mengeksplorasi ruang angkasa. Atau ini sebuah pertanda kalau manusia pada akhirnya harus tengadah dengan kedua tangannya yang perkasa untuk berserah diri pada kemauan yang lebih tinggi?

Atau bisa jadi terlalu pongah untuk menukik ke dalam dan mempertanyakan diri sendiri? Padahal ruang paling penuh dengan rahasia ada di kedalaman diri.

Menemukan kesadaran dalam diri sendiri memang petualangan yang paling dianggap berbahaya.... 


Ternyata Kau menuliskanku di atas air yang mengalir kelautan
Hanya saja kau berliku seperti hutan
Katamu bumi hanyalah hamparan pertanyaan

Jawabannya diberikan pada setiap musafir  yang kedua tangannya tengadah
Menghitung dosa dalam setiap tetes air mata
Dalam sajadah
yang terhampar di setiap malam

di setiap biji tasbih
di setiap tahmid
di hitungan tahlil

di takbir yang tak bosan melangit