Seperti Srigala


Bohong kalau kita tak pernah ada yang memberi tahu kebenaran dan kesalahan. Tuhan tidak pernah jauh dari kita. Rasakan. Lepas sejenak kebohongan agar bisa melihat dengan mata yang lain kedalam diri kita. Lepas pancaindra yang fana, ada indra lain yang bisa menyelusup jauh kedalam. Ada sesuatu labirin tipis benar dan salah dalam relung hati. Arena paling demokratis karena sidang paripurnanya milik kita. Lakukan voting kalau mau. Pilihannya hanya dua. Benar atau salah.

Tuhan,
bukankah kau yang mengajarkanku bilangan satu,
ternyata di atas bilangan sepuluh aku menjadi tak terduga
Melolong
Menghujam
seperti belati
Mengembik
mirip kambing
Menggunting dalam lipatan
menjadi algojo saudara sendiri

Tuhan,
mengapa kau baru memberi tahu
bilangan itu hanya satu sampai sepuluh
Selebihnya aku harus memadamkan neraka

dan membakar surga