Aku Lelah

Puisi bukan saja pantas menjadi tumpahan emosi, bahkan kemarahan bisa menjadi amunisi untuk membuatnya berasa. Greget dan punya ruh. Tak jarang menikam dan membara seperti pertempuran. Puisi-puisi seperti ini kerapkali representatif dan dipergunakan untuk berjuang. Kalau kemudian itu dikemas dalam tema yang pribadi. Maka hanya satu kesimpulan. Penulis puisi juga manusia. 

Aku lelah menahanmu dalam rindu yang mencekam
kau seperti meteor,
melumat seluruh rindu menjadi segumpal debu

Aku lelah dengan cinta yang menikam
kau seperti belati
menyobek cinta menjadi seonggok nafsu

Aku lelah dalan rindu dan cinta yang menjadi bisu

Posting Komentar