Acungkan kepalanmu, nak


Dalam istilah orang arab panjang umur itu mempunyai keturunan. Tentu sepesial kalau keturunan itu seorang anak lelaki. Tapi tak ada alasan untuk membedakan kasih sayang antara anak lelaki dan perempuan. Barangkali yang perlu dilakukan adalah ke arah mana kita memotivasi mereka. Lelaki walau bagaimanapun kelak menjadi kepala keluarga. Satu peran penting yang harus dijalankan dengan bekal kekuatan fisik dan mental. Dia harus sekuat baja dan selembut sutera. Sebuah puisi mudah-mudahan bisa menstimulus ke arah itu.

Ini puisi untuk anak lelakiku Garba Abraham Parasu


Badai datang pada saat yang tepat
seperti ludah pada seseorang yang mengacungkan kepalan
Bila menghindar kau hanya seorang pecundang

Meski kau bukan batu granit
Tegakkan kepalamu,
karena kemanusiaan hanya ada pada mata yang lurus ke depan
dan mampu menginjak-nginjak ludah yang berserakan

Acungkan kepalanmu, nak
karena lelaki dilahirkan untuk itu