Rindu Di Pucuk-pucuk Pohon

Ikhwal wanita memang dikejar dan diperebutkan. Ada juga yang memang sengaja mengobral pesonanya hanya untuk menjebak. Aneh juga banyak kaum adam yang terjebak.
Gundah dalam badai seperti itu bukan main kacaunya, tak lagi jelas rimdu atau dendam. Tapi bila cerdas bisa jadi potensi yang agresif. 
Kemegahan alam semesta ini dibangun sepenuh cinta. Rindu dan dendam telah menjadi variabelnya.


akhirnya rindu itu terjawab ketika kau menyapa,
tapi selalu saja menyimpan sejuta tanya
Dimana gerangan kau simpan kupu-kupu di matamu itu?
Yang kerap menjebak rinduku
di lautan
di angin yang berdesau
bahkan kulihat di pucuk-pucuk pohon
aku tahu kau sengaja membiarkanku tak bisa menjangkau
Posting Komentar